Globalisasi dan informasi yang setiap waktu biasa
diakses masyarakat luas,disatu sisi dapat menimbulkanpengaruh negative
khususnya soal ideologi. Namun bila informasi tersebut bisa digunakan
sebaik mungkin, maka pengaruh negative terkait ideologi dan kepercayaan
akan mudah ditepis. Hal itu pula yang sampai saat ini masih dipegang
teguh oleh masyarakat bali.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko
Purnomo. Menurutnya pesatnya perkembangan akhir-akhir ini sedikit
banyak bisa berpengaruh bagi masyarakat. “Namun untuk Bali masih sangat
baik, tidak ada pengaruh ideologi seperti komunis, serta hal-hal yang
negatif “, tegasnya disela-sela seminar Nasional pembinaan teritorial
dikampus Universitas Udayana Jimbaran Bali, Kamis (26/2 ).
Untuk itu
diperlukan ketahanan Nasional yang kuat. ”Kalau di Bali ideologinya
masih bagus, apalagi itu ditunjang dengan budaya Bali yang masih
terjaga,” imbuhnya usai membuka seminar Nasional yang bertemakan
Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Melalui Pembinaan Teritorial Bersama
Seluruh Komponen Bangsa.
Seminar yang diikuti sekitar 430 peserta,
terdiri dari jajaran, legislatif, militer, tokoh masyarakat, lembaga
swadaya masyarakat dan akademisi. Kata Kasad, Bangsa Indonesia saat ini
justru menghadapi banyak ancaman diluar kekuatan militer seperti
ideologi.
Pihaknya juga menegaskan perlunya suatu sistim strategi
wilayah pertahanan yang melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk
membangun wilayahnya masing-masing. “Inilah yang disebut pembinaan
teritorial itu,” tegasnya didampingi Pangdam IX/Udayana Jenderal TNI
Hotmangaradja Pandjaitan.
Seminar yang bertarap Nasional tersebut menghadirkan pembicara :
Pertama Prof.DR. A.A Banyu Perwita,Ph.D.Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional, dengan topik pemberdayaan wilayah pertahanan melalui pembinaan teritorial bersama seluruh komponen bangsa.
Kedua Mayjen TNI (PURN) Suderajat, MPA Dubes RI untuk RRC dengan membawakan topik Pembinaan Teritorial TNI- AD : Justifikasi, Implementasi dan Fisibilitas,
Ketiga Prof DR Enoch Markum Ketua Lembaga Riset Psikologi Fak Psikologi Universitas Indonesia, dengan topik Pembinaan Teritorial dalam rangka mewujudkan pertahanan Nasional.
Keempat Ir.H.Joko Widodo Wali Kota Solo dengan menyajikan topik Pembinnaa Teritorial dalam Pembangunan Nasional.
Kelima Prof.DR.Budi Susilo Supanji dan Prof.DR.Kausar AS.Msi. dengan membawakan topik Pembinaan Teritorial dalam Rangka Mewujudkan Pertahanan nasional.
Dalam
kesempatan yang sama bertempat di halaman depan Markas Komando Daerah
Militer IX/Udayana Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Agustadi
sansongko Purnomo juga meresmikan monument patung Raja Udayana.
Menurutnya sosok Raja Udayana berpenguruh besar dalam membangun
persatuan dan kesatuan bangsa.Pada zamannya, Raja Udayana mampu
mempersatukan seluruh Bali, Nusa Tenggara sampai ke Jawa Timur.
|